Perbedaan ban H/T, A/T, M/T
h/T
A/T
M/T


H/T bermakna Highway Terrain yang berarti ban ini diperuntukkan bagi mobil SUV performa tinggi yang dominan
pada jalan aspal dengan kecepatan relatif tinggi.
H/T ideal dipergunakan dengan komposisi 75% jalanan aspal dan 25% off-road atau berlumpur. Tipe ban ini digolongkan sebagai ban senyap lantaran tidak terlalu bising saat berinteraksi dengan permukaan jalan.
Di antara ketiga tipe ini, ban H/T memiliki hambatan paling minim
pada permukaan jalan aspal, sehingga tidak menguras kinerja mesin. Efeknya bahan bakar menjadi lebih irit. Oleh karena itu, tipe ban H/T cocok untuk
digunakan harian.
A/T adalah singkatan dari All Terrain. Ban A/T memiliki kemampuan untuk digunakan di berbagai permukaan jalan, baik di jalan aspal maupun di medan off-road yang cenderung ringan.
Sesuai dengan namanya, ban ini memiliki kemampuan untuk merambah berbagai ragam tipe permukaan jalan, entah itu aspal maupun jalan berlumpur. Telapak ban A/T lebih kasar dari H/T dan inilah resep yang menyebabkannya mampu berjalan di lintasan off-road lebih baik dibandingkan dengan ban H/T.
AT dirancang 50% untuk on road dan 50% off road.
M/T adalah singkatan dari Mud Terrain . Ban M/T cocok untuk medan berat seperti berlumpur atau bersalju, sehingga pada ban M/T sering ditemukan kode M + S (Mud + Snow).
Dengan tapak kasar, maka lumpur ataupun salju yang menempel pada ban dengan mudah terlepas sehingga telapak ban tetap bersih. Selain itu mampu mencengkram permukaan tanah atau lumpur dengan lebih baik.
Ban ini memiliki komposisi 75% untuk medan off-road dan 25% untuk permukaan jalan off-road. Walau pada dasarnya bisa dipergunakan untuk ban jalanan, namun tidak disarankan lantaran daya cengkramnya sangat jelek di atas permukaan aspal terlebih jika jalanan basah.
Konsekuensi lain, ban akan cepat habis dan bahkan di beberapa kasus habisnya tidak rata. Selain itu ban ini menimbulkan suara bising dan kurang bersahabat pada penggunaan bahan bakar. Biasanya, kendaraan yang menggunakan ban M/T ini bermesin diesel.
